4 Penyimpangan Gamer Mobile Legends: Bang Bang

4 Penyimpangan Gamer Mobile Legends: Bang Bang

NasionalAceh.com  Bukan lagi menjadi sesuatu yang baru jika membahas tentang Game Moba (Mobile Legends). Aplikasi yang diciptakan bagi para gaming ini telah berhasil masuk ke berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Bahkan sampai sekarang ini tercatat sudah lebih dari 100 juta orang mendownload Game yang sangat populer ini.

Untuk melihat siapa saja konsumen dari Game Moba ini, coba perhatikan di channel-channel youtube yang banyak beredar sekarang ini, ada menteri punya banyak skin Mobile Legends, anak-anak nangis kalah mabar, artis mabar, bahkan kaum hawapun juga turut serta mengkonsumsi game publisher moonton ini.

Saya sendiri sudah memasuki dunia game Mobile legends ini sekitar satu tahun lamanya, tepatnya 2018 lalu. Untuk sekarang sih rank tertinggi masih Legend, lumayan lah untuk pejuang solo rank yang sudah dapat title top lokal Zilong (pamer skill ceritanya). Doain ya supaya bisa mencapai rank tertinggi, yaitu Mythic. Tapi bukan tutorial menjadi top lokal Zilong ya  yang mau kita bahas kali ini.

Pada tulisan kali ini kita akan membahas apa saja penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pemain Mobile Legends yang melanggar norma-norma sosial.

1. Penggunaan Kata-Kata yang Tak Sepantasnya diucapkan
Mungkin sebagian dari kita menyadari mana kata-kata yang pantas untuk diucapkan mana yang tidak. Biasanya kata-kata yang tak pantas diucapkan ini sering disebut sebagai kata-kata kasar atau apalah penyebutannya di daerah pembaca.

Misalnya penyebutan organ intim laki-laki atau perempuan, penyebutan nama hewan menggunakan bahasa daerah atau penggunaan kata-kata kasar di daerah setempat. 

Fenomena ini akan banyak dijumpai di playgame Mobile Legends jika kamu mengamati dan menyadarinya. Memang komunikasi yang dilakukan di dunia maya, tetapi apakah hal tersebut wajar untuk dilakukan? Coba bayangkan jika anak-anak yang mengkonsumsi hal tersebut, maka akan menjadi kerusakan moral bagi generasi muda. Dan itu rasanya sudah terjadi untuk saat ini.

2. Mengajarkan untuk Memiliki Mental Curang
Memang kecurangan yang terjadi di Mobile Legends terjadi di dalam dunia game dan tidak di dunia nyata.

Namun pernahkah kita menyadari bahwa karakter seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, bukan tidak mungkin dipengaruhi oleh hal-hal sederhana. Jika dilihat di youtube, akan dijumpai berbagai kecurangan yang dilakukan para pemain untuk mencapai kemenangan.

Sebut saja Map Hack, Cheat Leg, Bug dan lain sebagainya. Sederhananya pemain seperti ini disebut Toxic Player (pemain yang merugikan). Perilaku seperti ini akan sangat mudah konsumsi dan diserap oleh anak-anak yang bermain Mobile Legend.

Jika hal tersebut sudah meresap ke otak anak-anak atau bahkan termasuk orang dewasa, maka hal tersebut akan menjadi mental yang berujung karakter. Karakter sendiri tentu akan membawa pengaruh di dunia nyata. Untuk orang-orang seperti ini, mereka menganggap “jalan pintas di anggap pantas”.

3. Berkurangnya Sopan Santun
Untuk bidang sopan santun ini lebih terkait dengan perilaku penyimpangan pertama di atas. Di atas telah diulas bahwa konsumen dari Game Moba Mobile Legends ini tidaknya berasal dari satu kalangan atau satu usia saja, melainkan beragam. Tindakan penggunaan kata-kata kasar biasanya akan tertuju kepada salah satu atau beberapa pemain sekaligus.

Coba pikirkan jika yang menggunakan kata-kata kasar adalah anak kelas 6 SD, sedangankan kata-kata tersebut dilontarkan untuk bapak-bapak yang sudah memiliki anak lebih tua dari anak SD tersebut.

Apakah hal demikian wajar? Kalau saja sendiri menyatakan hal tersebut sangat, sangat, dan sangat tidak wajar. Belum lagi jika tindakan tersebut menjadi kebiasaan di dunia nyata. Maka norma kesopanan sudah dilanggar dan karakter generasi muda sudah rusak.

4. Kebiasaan Merugikan Orang Lain
Diatas telah disebutkan istilah untuk pemain yang merugikan pemain lain adalah Toxic Player. Kebiasaan merugikan orang lain ini bisa terbentuk dari kebiasaan menjadi pemain yang merugikan pemain lain.

Okelah kita anggap Toxic Player hanya teruntuk mereka yang melakukannya di Game. Tetapi jika ditilik lebih jauh dari aspek konstruk kesalahan, ternyata kesalahan yang bersifat fatal dibangun dari berbagai kesalahan sederhana.

Atau kita lihat dari aspek karakter, mental curang, berkata kasar dak tidak adanya sopan santun merupakan penyimpangan yang jika dilakukan akan menyebabkan kerugian ke pihak lain. Dan ini menjadi permasalahan besar bagi karakter bangsa.

Pemerintah telah mencanangkan pendidikan karakter untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter. Namun apa mungkin hal tersebut akan tercapai jika penyebab kerusakan karakter tersebut masih dibiarkan berkembang.

Nah, itulah beberapa penyimpangan sosial yang kerap dilakukan oleh pemain Mobile Legends yang bisa membawa malapetaka bagi orang lain yang mengkonsumsinya. 

Semoga setelah mengetahui hal tersebut kita bisa menjadi pelopor perbaikan karakter bangsa dan memperbaiki kesalahan kita jika rasanya kita termasuk orang-orang yang disebutkan di atas.

Untuk pihak Moonton sendiri kita apresiasi karena sudah ada usaha untuk meminimalisir hal tersebut seperti hukuman Banned, kata-kata kasar yang tidak ditampilkan. Namun semua itu akan berhasil jika kita sebagai konsumen turut menjada attitude kita. (MRf)

Penulis: Muhammad Rafi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel