Pangdam Iskandar Muda Terima 12 Pucuk Senjata Api Sisa Konflik

Pangdam Iskandar Muda Terima 12 Pucuk Senjata Api Sisa Konflik

Nasional Aceh.com, Banda Aceh – Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko, menerima 12 senjata api aktif sisa konflik Aceh beserta 445 butir amunisi yang diserahkan oleh warga secara sukarela.

Penyerahan senjata api itu berlangsung di Pendopo Pangdam Iskandar Muda, Blang Padang, Banda Aceh. Senjata ini merupakan hasil penyerahan warga di Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Besar, dan Aceh Barat.

Secara simbolis penyerahan dilakukan oleh salah seorang warga pemilik senjata pada anggota Kodam yang selanjutnya diserahkan ke Pangdam. 12 senjata api itu terdiri dari AK47 6 pucuk, M16 2 pucuk, SS1 1 pucuk, pistol jenis revolver 2 pucuk, dan FN 1 pucuk.

Kemudian ada ratusan amunisi yang terdiri dari 5 buah Magazen, 6 buah granat jenis manggis dan pelontan, dan 445 butir amunisi lainnya.

Teguh mengatakan, senjata yang merupakan sisa konflik Aceh itu diserahkan warga dengan kesadaran sendiri melalui proses komunikasi yang baik. Pengamanan ini kata dia, bertujuan untuk menciptakan situasi kondusif di Aceh.

“Membuat keyakinan kepada masyarakat kalau Aceh secara umum kondusif, aman, dan nyaman. Kita berusaha mencegah atau meminimalisir tindakan secara kriminal seperti perampokan kalau senjata-senjata ini disalahkan gunakan,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (15/5/2019).

Teguh memastikan Aceh sudah dalam kondisi lebih aman dan kondusif, sehingga masyarakat tidak perlu mempersenjatai diri. Ia mengimbau apabila masih ada warga yang menyimpan senjata eks konflik segera diserahkan ke aparat keamanan baik TNI maupun Polri.

“Kami akan menjamin keselamatan dari yang bersangkutan tidak usah takut. Kalau menyerahkan itu penuh kesadaran otomatis kita akan jamin keselamatannya,” katanya.

Teguh menjelaskan selama ini warga menyimpan senjata sisa-sisa konflik di dalam tanah. 

Menurutnya, sejumlah senjata hasil penyerahan warga dan yang telah diamankan petugas nantinya akan dimusnahkan, karena merupakan barang sisa-sisa konflik.

“Secara umum senjata ini disimpan dengan cara ditanam oleh pemiliknya. Ada di antara mereka sebenarnya merasa takut, karena setelah konflik Aceh berkecamuk dia bingung dan takut untuk menyerahkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Asintel Kasdam IM, Kolonel Inf Azwar Umar, menjelaskan proses komunikasi hingga penyerahan senjata antara warga dengan petugas dilakukan sejak 2 pekan belakangan. Proses penyerahan berlangsung secara bertahap.

“Mereka secara sadar menghubungi anggota khususnya anggota intelijen yang ada di wilayah. Proses dilakukan bertahap mulai dari komunikasi selanjutnya menghubungi anggota dan mengatur mekanisme penyerahannya,” katanya.

Aazwar mengatakan, senjata-senjata yang diserahkan warga masih dalam kondisi aktif dan sewaktu-waktu dapat disalahgunakan. Oleh karena itu, ia mengapresiasi upaya warga menyerahkan senjata sisa-sisa konflik.

“Semua senjata hasil penyerahan warga ini masih aktif semua, bisa langsung digunakan amunisinya juga ada. Bisa dilakukan untuk melakukan sifat kriminalitas karena ini (kondisinya masih) bagus semuanya,” kata dia.

Sumber: anteroaceh

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel