Hendak Tilang Profesor Hukum, Seorang Polantas Malah Ketahuan Langgar Aturan

Hendak Tilang Profesor Hukum, Seorang Polantas Malah Ketahuan Langgar Aturan

NASIONALACEH.com – Video Profesor hukum bikin Polantas tertegun menjadi viral di media sosial.

Profesor hukum tersebut tak terima ketika akan ditilang oleh Polantas.

Profesor hukum ini merasa tak bersalah seperti yang dituduhkan oleh Polantas
Malahan, Profesor hukum tersebut mendapati Polantas yang malah melanggar rambu lalu lintas.

Video postingan akun Twitter @AiraAfniAmalia menjadi viral di media sosial.

Sampai Sabtu (20/7/2019) postingannya dusah 13,4 ribu kali diretweet oleh netizen.

"Jd kepo, siapa sih nama Profesor Hukum yg beri "Kuliah Gratis" kpd Polantas tsb?
Kayaknya Profesor Hukum divideo ini ilmunya lebih manfaat drpd Profesor Hukum di BPIP yg gajinya Rp. 100jt/bulan itu, deh.. " tulisnya dalam keterangan

Dalam video terlihat ada lelaki tua berambut putih yang mengaku sebagai Profesor hukum

Profesor hukum ini berhadapan dengan seorang Polisi berseragam lengkap.

Profesor hukum ini berkukuh bahwa dirinya tidak melanggar lalu lintas.

Profesor hukum dituduh telah melanggar aturan putar balik.

Di traffic light tersebut ternyata ada rambu biru bertanda putar balik yang tak dicoret
Di bawah rambu itu tertulis "R2 putar kembali ikuti isyarat lampu."

Profesor hukum ini diberhentikan akan mobilnya putar balik.

Nah, kalimat ini dianggap jadi ambigu. Antara roda 4 boleh putar balik tanpa isyarat lampu.
Ataukah roda 4 nggak boleh putar balik dan yang boleh putar balik hanya roda 2 dan itu pun harus mengikuti isyarat lampu.

"rambu boleh putar, roda dua putar kembali ikuti isyarat lampu," kata Profesor hukum
"kan roda dua," timpal Polisi

"lah iya, yang mana yang tidak boleh roda empat putar ?" tanya Profesor hukum
"saya Profesor hukum lah ini," katanya.

Menurut Profesor hukum ini, rambu tersebut memperbolehkan roda empat untuk berputar balik

Kecuali roda dua mengukuti isyarat traffic light.

Profesor hukum berkukuh bahwa mobil diperbolehkan putar balik namun juga mengikuti isyarat lampu.

Sama sekali tidak ada rambu yang menunjukkan bahwa mobil dilarang putar balik
"namanya siapa, namanya ?" tanya Profesor hukum.

"Mutasor, saya tanya sekarang ini, ayo apa ?" tanya Profesor hukum.

"itu kamu tangkap, saya ditangkap, apa itu artinya ini ? saya Profesor hukum ini, kalau ini bukan larangan, kalaupun anda ini penegak hukum harus tahu artinya, apa artinya coba ?" kata Profesor hukum.

Mendapat argumentasi dari Profesor hukum, Polisi itu hanya bisa terdiam.

"itu apa ? yang melarang berputar apa ? boleh roda empat itu, kecuali roda dua ikuti isyarat lampu, berarti roda empat juga ikuti syarat lampu," kata Profesor hukum.

"renungkan kalau anda pendidikan polisi, hayo renungkan, temanmu sudah tak berani kesini karena ku datangi, kamu sekarang ada sendiri, " kata Profesor hukum.

Profesor hukum ini sangat yakin bila dirinya ditilang akan menang di pengadilan.

"kalau nilang kamu tuh tak pegat pasti kalah kamu di pengadilan, hakul yakin, ini bukan larangan," kata Profesor hukum.

"kalau ini yang pasang pemda tanyakan pemda," kata Profesor hukum.

Pria yang merekam aksi Profesor hukum lantas menemukan mobil polisi yang hendak menilangnya malah parkir di bahwa rambu larangan parkir.

"dan anehnya dia parkir di bawah ini," kata pria yang merekam video
"itu melawan hukum," tegas Profesor hukum.

"nanti kita ini," jawab Polisi
"karena ada korban kasihan masyarakat, sudah pintar sekarang masyarakat, saya Profesor hukum," kata Profesor hukum.

Dilihat dari ubaya.ac.id profesor tersebut bermana lengkap Prof Dr Sadjijono SH MHum yang memilih resign atau berhenti dari kepolisian agar bisa objektif mengkritik polisi.

Melansir MotorPlus (Tribunnews.com Network) Situs ubaya.ac.id menampilkan sosok sang profesor dari tulisan Jawa Pos 01 Mei 2013 lalu.

Profesor Sadjijono mengawali karir keprajuritan berpangkat bhayangkara dua (bharada) pada 1975 di Jogjakarta.

Jadi seorang polisi memang cita-citanya sejak kecil.


Sumber: Tribunnews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel