Kisah Sedih Bayi-bayi Terbuang di Aceh Bikin Hati Menangis

Kisah Sedih Bayi-bayi Terbuang di Aceh Bikin Hati Menangis

NASIONALACEH.com | Banda Aceh – Sejatinya bayi dilahirkan dalam keadaan putih bersih jiwanya.

Tanpa dosa dan noda.

Begitulah fitrah manusia.

Allah memberinya hidup dan mengirimnya ke dunia lewat pertemuan sari kedua orang tuanya.

Sembilan bulan berada di rahim ibu.

Kemudian tibalah saatnya matanya terbuka melihat dunia.

Ia lahir dengan tangisan.

Berjuta rasa bahagia.

Berjuta rasa syukur seperti tak terungkap.

Sakit si ibu berganti tangis bahagia.

Si bapak kemudian mengazankannya.

Sejak itu Allah telah memberi amanah kepada kedua orang tuanya.

Membesarkannya, memberi ia makan, hingga dewasa kelak menjadi manusia yang berguna.

Begitulah.

Betapa beruntungnya bagi pasutri yang diberi amanah itu.

Di sisi lain, banyak pastri yang belum Allah titipkan amanah itu hingga berbilang usia perkawinan.

Tapi alangkah naif dan hinanya, ternyata banyak pasutri atau mereka yang telah diberi amanah kelahiran seorang bayi menyia-nyiakannya.

Berbagai kasus dan fakta memperlihatkan banyak bayi yang baru dilahirkan justru diasingkan ibunya atau dibuang di pinggiran jalan.

Menyedihkan, kondisinya saat dibuang masih berdarah dan bertali pusar.

Lalu suasana jadi heboh.

Siapa gerangan orang tua yang tega melakukannya.

Bayi dalam kardus

Warga Gampong Sumboe Dayah Bubue, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Minggu (28/7/2019) sekitar pukul 06.00 WIB dikejutkan penemuan sosok bayi berkelamin perempuan. (SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR)
Fakta terbaru adalah kasus penemuan bayi dalam kardus oleh Warga Gampong Sumboe Dayah Bubue, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, sekitar pukul 06.00 WIB, Minggu (28/7/2019).

Bayi berkelamin perempuan tersebut diletakkan di pinggir jalan dekat pagar rumah milik Ernawati (40) warga Sumboe Dayah Bubue.

Awalnya bayi itu ditemukan Anwar (60) warga Sumboe Buga kecamatan sama saat melintas di jalan di Gampong Sumboe Dayah Bubue.

Saat itu, Anwar bekerja sebagai PNS sedang berolahraga pagi dengan anak kandungnya.
Bayi itu masi bertali pusat, diduga baru dilahirkan.

Di dalam kardus ditemukan hijab warna hitam, kompeng dan kain selimut bayi.

"Informasi anaknya yang di belakang Anwar yang duluan melihat tangan bayi di dalam kardus bergerak ke atas," kata Ernawati warga Sumboe Dayah Bubue, kepada Serambinews.com, Minggu (28/7/2019).
Lanjutnya, saat ditemukan kondisi bayi tidak menangis.

Padahah sekujur tubuhnya telah digigit semut.

Warga mengambil bayi malang tersebut untuk memandikan.

Sebab, bayi itu telah kotor karena buang air besar.

Kasus penemuan bayi itu baru pertama kali ditemukan di gampong itu sehingga warga sempat heboh.

"Bayi tersebut telah dijemput polisi," ujarnya.

Kapolres Pidie, AKBP Andy NS Siregar SIK, melalui Kabag Humas Polres, Iptu Bustami, kepada Serambinews.com, Minggu (28/7/2019), mengatakan, bayi yang ditemukan warga telah dibawa polisi ke RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli.

Bayi di depan doorsmeer

Kasus penemuan bayi juga terjadi di Aceh Besar. Kasusnya masih di awal tahun ini. Bayi perempuan yang diperkirakan berumur lima hari ditemukan di dalam kardus air mineral di doorsmeer kawasan Jalan Makam Teuku Nyak Arief Dusun Lampaseh, Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (5/6/2019) malam.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Krueng Barona Jaya, Iptu M Hasan kepada Serambinews.com, Kamis (6/6/2019) mengatakan bayi perempuan itu ditemukan sekitar pukul 21.05 WIB.

"Bayi perempuan ini pertama kali ditemukan oleh dua warga setempat, yakni Fajaruddin (16) pelajar dan Ferdi (29)," kata M Hasan.

Menurut Kapolsek Krueng Barona Jaya, bayi perempuan tersebut ditemukan saat Fajaruddin sedang duduk di warung yang terpaut sekitar 100 meter dari doorsmeer tempat bayi tersebut ditemukan.

"Dari keterangan saksi, penemuan itu pertama kali dilaporkan oleh seorang pria yang tidak dikenal dan mengatakan ada terdengar suara tangisan bayi. Mendapat kabar tersebut Fajaruddin beberapa warga sekitar mencari sumber suara tersebut," ungkap Iptu Hasan.

Setelah ditelusuri, saksi beberapa warga setempat akhirnya menemukan suara bayi tersebut berasal dari dalam kardus air mineral yang diletakkan di depan doorsmeer.

"Begitu kardus tersebut dibuka ditemukan bayi perempuan. Kemudian Fajaruddin bersama warga setempat langsung menghubungi perangkat desa dan memberitahu tentang penemuan bayi tersebut dan dilaporkan ke kami," sebut Kapolsek Hasan.

Petugas Polsek Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, dan perangkat Gampong Meunasah Papeun, melihat bayi perempuan yang ditemukan dalam kardus di depan doorsmeer Jalan Malam Teuku Nyak Arief, AcehBesar, Rabu (5/6/2019).

"Bayi perempuan itu akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin untuk diperiksa kesehatannya. Alhamdulillah kondisi bayinya sehat dan saat ini sedang diasuh," sebut Iptu Hasan.

Ditambahkan sejauh ini pihaknya masih menelusuri siapa pelaku pembuang bayi tersebut dengan koordinasi dengan berbagai pihak.

Bayi di halte
Bayi yang ditemukan warga, kini dirawat di ruang Perinatologi RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, Minggu (28/7/2019). SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR (Serambi)
Kali ini dari Sigli, Pidie. Penemuan bayi berkelamin perempuan di halte depan MIN Gampong Mali Mesjid, Kecamatan Sakti, Pidie, Senin (6/5/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Penemuan bayi berkulit putih masih bertali pusat sempat menghebohkan warga sekitar. Betapa tidak, kasus bayi dibuang sudah lama tidak terjadi di Kabupaten Pidie.

Di kulit bayi ditemukan lebam warna merah, akibat digigit semut. Bayi itu diletakkan dalam kardus mie instan.

Bayi yang ditemukan di halte di depan MIN Gampong Mali Mesjid, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Senin (6/5/2019) petang. (For Serambinews.com)

Berat bayi tersebut 2,7 kilogran dan tinggi 47 sentimeter.

Berdasarkan informasi diperoleh Serambinews.com, Senin (6/5/2019) menyebutkan, bayi dibuang di halte di pinggir ruas jalan Beureunuen menuju Sakti, awalnya terdengar tangisan suara bayi yang didengar seorang anak saat berboncengan sepeda motor di belakang ayahnya.

Kemudian sang anak memberitahukan pada ayahnya. Saat dihampiri halte, ternyata ditemukan bayi di dalam kardus yang sedang menangis sangat kuat.

Sehingga orang tersebut memberitahukan kepada warga. Dalam tempo beberapa menit puluhan warga berdatangan ke halte.

Warga melaporkan ke Mapolsek Sakti, akhirnya bayi tersebut dibawa ke RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen.

Kapolres Pidie, AKBP Andy NS Siregar SIK, melalui Kapolsek Sakti, Iptu Chairil Ansar, kepada Serambinews.com, Senin (6/5/2019) mengatakan, bayi yang dtemukan di halte Sakti, kini telah dirawat di ruang perinatologi RSUD Abdullah Syafi'i Beureunuen.

Sang ibu bayi yang belum diketahui identitasnya diperkirakan melahirkan bayi tersebut saat Subuh.

"Kondisi kesehatan bayi telah membaik. Kami masih melakukan lidik untuk pengungkapan pelaku yang membuang bayi itu," jelasnya.

Bayi di emperan toko
Kapolsek Syiah Kuala, AKP Edi Saputra membawa bayi perempuan yang ditemukan di depan Masjid An Nur, Gampong Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syiah Kuala, ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh, Minggu (28/4/2019). (For serambinews.com)
Cerita sedih bayi dibuang ini juga terjadi di Banda Aceh. Bayi perempuan yang diperkirakan baru berumur sekitar satu bulan ditemukan dalam sebuah kardus dan diletakkan di emperan toko laundry, Jalan Pang Raed, persis di hadapan Masjid An Nur, Gampong Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Minggu (28/4/2019) pagi.

Bayi malang tersebut ditemukan sekitar pukul 05.10 WIB oleh jamaah yang ingin menuju ke Masjid An Nur, Gampong Ie Masen Kayee Adang, Banda Aceh untuk shalat subuh.

Temuan tersebut menghebohkan para jamaah yang akan melaksanakan shalat subuh itu.

Informas itu pertama kali diperoleh Serambinews.com dari Pemerhati Seni dan Budaya Aceh, Tarmizi A Hamid. Ia mengaku sedih melihat ada orang tua yang masih tega membuang darah dagingnya sendiri.

"Kok tega ya. Mana hati dan nurani dari orang tua atau pelaku yang membuang bayi ini," kata Tarmizi yang akrab disapa Cek Midi itu.

Sementara itu, Kepala Dusun Ujung Krueng Ie Masen Kayee Adang, Mukhtar, mengungkapkan keprihatinannya atas penemuan bayi perempuan yang diletakkan oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya itu.

"Meletakkan bayi di ruang terbuka seperti ini sangat berisiko. Apa pelakunya tidak pernah memikirkan, kemungkinan ada binatang liar yang akan menggangu bayi itu," ujarnya.

Ia pun menjelaskan pada saat bayi perempuan itu ditemukan di dalam kardus tersebut, kondisinya sehat. Bersama dengan bayi di dalam kardus itu, para jamaah masjid juga menemukan sejumlah perlengkapan bayi, seperti pempers, susu, kain popok, dan perlengkapan lainnya.

Bayi ini kemudian dititip di Kantor Bidan Gampong Ie Masen Kayee Adang dan kasus penemuan bayi itu pun telah ditangani pihak Polsek Syiah Kuala, Banda Aceh.

Bayi di atas tong BBM
Petugas Kesehatan memeriksa kondisi kesehatan bayi yang baru ditemukan, di Puskesmas Padang Rubek, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Senin (11/3/2019). (Foto kiriman warga)
Peristiwa heboh penemuan bayi juga terjadi di Nagan Raya. Pada tengah malam itu satu bayi perempuan ditemukan dalam kardus air mineral di depan rumah warga di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Senin (11/3/2019) pukul 00.50 WIB.

Bayi tersebut diduga sengaja ditinggalkan oleh orang tuanya, dan belum diketahui identitas orang tuanya tersebut.

Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto melalui Kasubsektor Kuala Pesisir Aiptu Amrizal, kepada Serambinews.com, mengatakan bayi perempuan itu diperkirakan baru berumur sekitar tiga hari.

Saat ditemukan, bayi malang itu dibalut dengan kain dan dimasukkan ke dalam kardus yang kemudian diletakkan di atas tong bahan bakar minyak (BBM) yang di rumah warga bernama Tarmizi.

Saat itu, Tarmizi mendengar suara tangis bayi di luar rumahnya.

Karena penasaran, ia lalu membuka pintu depan rumah, sehingga suara tangis bayi semakin jelas.

“Tarmizi pun mengikuti suara tangis itu hingga akhirnya ia melihat sesosok bayi di dalam kardus, di atas tong BBM,” kata Aipda Amrizal.

Tarmizi langsung melaporkan hal itu kepada keuchik setempat dan pihak kepolisian, hingga suasana sempat heboh atas penemuan bayi itu.

Sehingga bayi tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Padang Rubek, Kecamatan Kuala Pesisir, guna dilakukan pemeriksaan kesehatan bayi itu.

"Bayi tersebut dalam kondisi sehat dan saat ini dirawat di rumah keuchik Suak Puntong," jelas Aiptu Amrizal.

Bayi di depan kios
Bayi yang dibuang orang tuanya dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Mutia, Sabtu (8/12/2018). (SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI)
Kasus lainnya, bayi perempuan mungil juga ditemukan dalam kardus di depan sebuah kios Desa Blang We Batoh.

Bayi itu diletakkan di depan kios milik Sakdiah (58) Desa Blang We Baroh, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Minggu (14/1/2018) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat ditemukan, bayi yang diperkirakan baru berumur satu hari itu dalam kondisi lemas sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia Buket Rata.

Bayi bersama surat wasiat
Bayi saat ditemukan tergeletak di atas kursi depan rumah warga. (SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI)
Sedangkan di Naga Raya, warga Desa Meunasah Pante, Kecamatan Beutong, Jumat (1/3/2019) heboh dengan penemuan bayi perempuan di atas kursi teras rumah warga setempat.

Bayi itu diduga diletakkan seseorang saat warga tengah menjalankan Shalat Magrib.

Bayi tersebut diduga sengaja diletakkan oleh orang tuanya di sebuah kursi yang ditujukan kepada seseorang untuk merawatnya.

Saat ditemukan di dekat bayi yang dibungkus kain tersebut, juga ditemukan uang Rp 150 ribu, susu dan sebuah surat wasiat di dalam plastik.

Bayi tersebut ditemukan bersamaan dengan uang sejumlah Rp 150 ribu dan secarik surat wasiat bertulis tangan. (SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI)
Surat wasiat bertulis tangan tersebut ditulis di atas kertas kardus dalam bahasa Aceh.
Bayi tersebut ditemukan bersamaan dengan uang sejumlah Rp 150 ribu dan secarik surat wasiat bertulis tangan.

“Rubiah, tulong kah peulara aneuk lon siat, lon peucaya bak kah, lon hana mampu. Lon harap gata pelara siat, lon dari butong ateuh,” demikian bunyi isi surat tersebut.

Uang senilai Rp 150 ribu ditemukan dalam bungkusan bedung bayi.

Artinya, Rubiah, tolong kamu pelihara anak saya sebentar, saya percaya sama kamu, saya kurang mampu. Saya harap kepada kamu pelihara sebentar, saya dari Beutong Ateuh.

Bayi saat ditemukan tergeletak di atas kursi depan rumah warga.

“Saat Magrib tiba, diduga ada dua orang yang mengendarai sepeda motor memakai cadar dan meletakkan bayi tersebut di atas kursi rumah warga lalu pergi meninggalkan bayi tersebut, dan bayi itu ditujukan kepada ibu Rubiah di Menasah Pante yang tidak jauh dari rumah penemuan bayi tersebut,” kata Samsul Rahmat, pemuda Meunasah Pante, Kecamatan Beutong kepada Serambinews.com, Jumat (1/3/2019) malam.

Bayi yang diduga masih berusia dua hari itu, dibawa ke Puskesmas Beutong guna menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Kalau kita perhatikan surat yang diletakkan bersama bayi itu, kita yakin bayi tersebut anak-baik-baik, tetapi karena orang tuanya kurang mampu sehingga dititipkan di sana,” kata Samsul Rahmah yang juga Ketua Komite Mahasiswa Pemuda Aceh (KMPA), Nagan Raya.(*)

Sumber: Serambinews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel