Minta Emas Aceh Dikembalikan,Teuku  Wariza: Presma Unsyiah Tak Paham Sejarah

Minta Emas Aceh Dikembalikan,Teuku Wariza: Presma Unsyiah Tak Paham Sejarah

NASIONALACEH.com, Banda Aceh – Beberapa hari lalu terdengar kabar yang sangat menggelitik, dimana seorang mahasiswa yang menjabat sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) Unsyiah Rival Perwira melalui media Tribunnews meminta emas 38 Kg di Tugu Monas dikembalikan ke Aceh.

Ini merupakan pernyataan yang sangat konyol, dimana saat orang-orang tidak sepenuhnya setuju atas pemidahan Ibukota ia malah mengeluarkan pernyataan dari kedangkalan berpikir.

Seperti yang diterbitkan media Tribunnews, pernyataan yang ia keluarkan itu berkaitan dengan pemindahan Ibukota ke Kalimantan dan bukan di Aceh.

Memang, perihal Aceh pernah menjadi Ibukota itu benar adanya yaitu di Bireuen.

Tetapi dipilihnya Bireuen sebagai tempat pemerintahan sementara karena saat itu Bireuen merupakan daerah paling aman saat adanya serangan dari Belanda.

Selain itu, Bireuen merupakan pusat kemiliteran dan letaknya juga sangat strategis dalam mengatur strategi militer untuk memblokade serangan Belanda di area yang telah menguasai Sumatera Timur.

Tak perlu mengaitkan sejarah lampau dengan meminta kembali emas Aceh. Memangnya dengan dikembalikan emas seberat 38 Kg itu apakah Aceh bisa lebih sejahtera dan makmur? Kita harus kaji sampai kesitu, jangan sampai mengeluarkan pernyataan atau pendapat yang malah membuat malu bangsa Aceh sendiri. "Jangan Dungu", pahami dulu situasi dan kondisi barulah mengomentari.

Perlu untuk diketahui, emas di tugu monas itu adalah hadiah dari rakyat Aceh yang mana melambangkan perjuangan yang menyala-nyala. Adalah dungu dan memalukan saat kita sudah menghadiahkan sesuatu lalu kita minta kembali, apalagi hadiah itu untuk negara.

Presma Unsyiah, Rival bukanlah seorang pakar, untuk menyebutkan Aceh pantas jadi Ibukota butuh pengkajian dan riset mendalam, terkait letaknya, kondisi alam apakah rawan bencana atau tidak, dan sebagainya.

Jadi, apa yang disampaikan oleh Presma Unsyiah sangat memalukan dan sama sekali tidak mewakili suara seluruh rakyat Aceh.

Saya selaku wakil ketua umum Himpunan Mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry Banda Aceh sangat menyayangkan atas pernyataan yang disampaikan Presma Unsyiah Rival Perwira.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel