SGMD Tolak Kedatangan Presiden Jokowi ke Aceh

SGMD Tolak Kedatangan Presiden Jokowi ke Aceh

NASIONALACEH.com | BANDA ACEH – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kepemudaan dan paguyuban se-Aceh akan menggelar aksi menolak kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Aceh pada 21/2/2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Teuku Wariza Aris Munandar dalam pertemuan pers di komplek mahasiswa Darussalam malam ini (20/2/2020).

Rencana aksi mahasiswa aceh ini akan di gelar di bundaran simpang 5 Banda Aceh yang menjadi titik sentral ibu kota provinsi aceh.

Ada pun yang menjadi tuntutan mahasiswa aceh dalam menggelar aksi tolak jokowi adalah:

1. Menolak Kedatangan Presiden Jokowi Untuk Hadir Ke Aceh
2. Tolak Kenaikan BPJS Dan Tingkatkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
3. Tolak Omnibus Law Dan RUU Yang Merugikan Rakyat
4. Ubah Haluan Ekonomi Dan Laksanakan Pasal 33 UUD 1945
5. Tegakkan UU Pemerintah Aceh Secara Kaffah
6. Usut Tuntas Pelanggaran HAM Berat Yang Terjadi Di Aceh.

Selain isu Nasional yang disampaikan oleh mahasiswa Aceh, isu daerah juga menjadi poin penting dalam kedatangan Jokowi ke Aceh.

Aceh saat ini masih jauh tertinggal dengan provinsi-provinsi lain. Mulai dari infrastruktur, angka kemiskinan yang terus meningkat, pengangguran yang terus bertambah bahkan oknum anggota dewan membegal beasiswa bagi anak anak Aceh.

Selain itu, Teuku Wariza Menghimbau kepada seluruh aktivis Aceh untuk sama-sama datang ke simpang 5 banda Aceh menolak kedatangan Jokowi.

Wariza menilai bahwa pemerintah pusat tidak serius dalam menjalankan amanah MOU Helsinky.

Butir butir UU Pemerintah Aceh seringkali berbenturan dengan UU Pemerintah pusat, sehingga daerah keistimewaan Aceh sedikit demi sedikit terus dihilangkan.

Adapun kedatangan Jokowi ke Aceh adalah dalam rangka Kenduri Kebangsaan di Yayasan Sukma Bangsa milik Surya Paloh pada 22/2/2020.

Presiden Joko Widodo dikabarkan akan mendarat pada pukul 16:15 Wib di Bandara Sultan Iskandar Muda.

"Kami terus mendapat ancaman dan teror untuk tidak turun kejalan, namun saya dan kawan-kawan mempunyai komitmen besar untuk hadir menyampaikan pendapat di muka umum, dan itu dilindungi oleh undang undang. Sekali lagi, bagi kami aceh adalah harga mati. Dan kami tetap melakukan perlawanan atas rezim ini". Tutup Wariza.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel