-->
Curhat terbuka Darwati A. Gani kepada Kepala Dinas Sosial Aceh

Curhat terbuka Darwati A. Gani kepada Kepala Dinas Sosial Aceh


Bapak Alhudri YTH.

Hari-hari saya menerima pesan pribadi dari masyarakat Aceh, Mereka bertanya kepada Saya:

*Buk  kenapa saya gak dapat bantuan apa-apa , Saya kehilangan kerjaan mendadak, di PHK kerena  tempat saya kerja usahanya tutup.

*Bu, Bapak saya yang tukang becak sekarang gak dapat penghasilan, gak ada penumpang  yang naik becak lagi.

* Bu.. jualan saya gak laku, saya harus tutup kredit di bank.. gimana nasib saya?

*Bu.. saya guru honorer, sampe sekarang dana BOS belum keluar di Aceh, honor kami dibayar dari situ.

*Bu.. saya photografer, saya gak ada job sekarang, karena gak ada event apapun, pesta kawinan pun gak ada.

*Bu, ibu saya jualan sirih, sirihnya gak ada yang laku, kerena gak ada acara-acara sekarang ini, gak ada orang beli sirih untuk acara tunangan, dan pesta dll.

*Bu saya kerja di usaha decor pelaminan, tapi karena gak ada acara kawinan sekarang, kami di rumahkan..

Banyak sekali keluhan yg rata-rata hampir sama berasal dari mereka yang terdampak pandemi covid-19. Wajar mereka bertanya kepada saya, karena saya adalah wakil rakyat .

Dan maafkan saya harus bicara via  media sosial ini. Sebagai  Anggota DPRA, sidang paripurna satu-satunya tempat saya sampaikan uneg-uneg , keluhan masyarakat. Karena saya tidak ada nama di Badan Musyawarah, di Badan Legislasi, dan Banggar. Juga tidak ada nama di SK penanganan Covid-19 DPRA, Jadi tentu tidak ada kesempatan bicara ditempat-tempat tersebut. Tapi sampai sekarang tidak ada sidang Paripurna di DPRA.

Setiap permasalahan tentang covid-19 saya hanya baca di media. Jadi  beberapa waktu yang lalu saya  baca berita pemberian bantuan sembako secara simbolis untuk 61.000 warga yang terdampak Covid-19. Saya  ingin tanya, dari manakah keluar data 61.000 itu... menurut saya sedikit sekali, karena keadaan sekarang orang miskin dadakan bertambah berkali-kali lipat.

Apakah ini hanya data awal & nanti akan ada tambahan-tambahan data berikutnya? Karena saya baca Pemerintah Aceh siapkan anggaran lebih dari 1 triliyun untuk penanganan Covid 19.

Sampai sekarang saya masih dapat banyak sekali pesan, "kami kenapa ngga dapat apa-apa  Ibu?" Bagaimana kami bisa hidup, kalau kami diminta untuk tinggl di rumah aja..

Kadang jadi terpikir, kenapa pandemi Covid-19 ini tidak terjadi saat musim Pileg atau Pilkada ya... Jadi tidak akan ada warga yang lapar dan susah. Karena semua akan lomba-lomba berikan bantuan kepada mereka.

Mudah-mudahan wabah ini cepat berlalu dan kita bisa hidup normal kembali..

Salam,
Darwati A. Gani,
Anggota DPRA.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel