-->
Penjelasan GM PLN Aceh Dalam Diskusi Virtual Menangapi Keluhan Tarif listrik

Penjelasan GM PLN Aceh Dalam Diskusi Virtual Menangapi Keluhan Tarif listrik

NASIONALACEH.com | BANDA ACEH – Generasi Aceh Peduli (GAP) Aceh melakukan diskusi Virtual bekerjasama dengan PLN Aceh di laman Instagram @Heri_safrijal dengan Tema "Polemik kenaikan tarif listrik saat Pandemi Covid-19 Benar atau tidak?" Selasa (12/5/20).

Diskusi tersebut berlangsung dengan durasi 1 jam 30 detik yang dipandu oleh Host Heri Safrijal SP. dengan jumlah peserta audisi mencapai 400+ yang mendaftar dan juga menonton.

Pemateri dalam diskusi ini adalah General Manager PLN Aceh .Ir Jefri Rosiadi M.T , dari kalangan akademisi Unsyiah dan pakar ekonomi Bapak Dr. Amri .M.si. Dari kalangan pengamat sosial dan kemasyarakatan juga turut bergabung Drs. Isa Alima.

Ketua generasi peduli Aceh Heri safrijal menyampaikan menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada pihak PLN Aceh yang sudah mau berdiskusi dan berdialog bersama LSM GAP soal polemik di masyarakat Aceh terkait isu kelistrikan saat pendemi Covid 19.

Dalam diskusi ini bapak Jerfi Rosiadi menyampaikan bahwa selama  keadaan pandemi Covid 19 ini,  PLN tidak menaikkan tarif listrik bahkan tarif listrik sudah lama tak mengalami kenaikan.

"Dalam beberapa  pekan terakhir  banyak beredar isu dimana tarif listrik mengalami kenaikan. Hal ini tidaklah benar,  besarnya harga tagihan listrik diakibatkan meningkatnya penggunaan oleh pelanggan apalagi dalam keadaan pandemi ini,  peningkatan penggunaan listrik di rumah  melonjak drastis. Banyak pelanggan yang bekerja dari rumah dan aktifitas penggunaan listrik pun meningkat" ujar GM PLN Aceh itu.

Beliau juga mengatakan, pada bulan Maret 2020 lalu petugas pencatatan meteran listrik tak dapat melakukan tugasnya diakibatkan kondisi  yang tak stabil akibat  pandemi saat ini.

Sehingga PLN melakukan  pengukuran berdasarkan  pencatatan rata-rata 3 bulan terakhir, dengan cara tersebut tentu akan ada akibat kurang bayar atau lebih bayar pada bulan berjalan, yaitu April.

Secara sistem, kurang bayar akan dibebankan pada pembayaran bulan berikutnya.

"PLN adalah perusahaan BUMN yang setiap laporannya harus mendapatkan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan pengawasan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Maka sangat tidak mungkin PLN curang dan menaikkan tarif diam-diam. Bagi pelanggan yang merasa kurang puas terhadap tarif listriknya yang naik. Silahkan mengadu ke call center (kode Area) 123. Atau juga bisa langsung ke kantor pelayanan terdekat dengan memfoto stand meter terakhir" tambahnya.

Selanjutnya Dr. Amri. SE. M.si  juga turut menyampaikan bahwa listrik merupakan kebutuhan pokok dan sangat diperlukan.

"Seharusnya pihak PLN melakukan sosialisasi  terhadap masyarakat tentang keadaan yang sedang dialami. Sehingga tidak terjadi kegaduhan di masyarakat dan masyarakat PUN tak salah menilai. Alhamdulillah  hari ini PLN kita harap terus bekerja optimal apalagi selalu didukung oleh instrumen yang ada disetiap daerah saat Pandemi Covid-19" kata dia.

"Dalam hal ini masyarakat jangan latah menerima informasi, bisa saja itu hoax dan salah" tutupnya.

Terakhir, Drs Isa Alima juga turut menyampaikan pendapat bahwa kinerja PLN sudah baik dalam hal pelayanan pada masyarakat, apalagi PLN juga telah melakukan penanganan yang tepat terhadap keluhan masyarakat. Itu artinya setiap stakeholder  sudah merasakan pelayanan yang bagus oleh PLN ke masyarakat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel