-->
37 Hektar Tanah Rakyat Dirampas, Nama Dandim Abdya Disebut

37 Hektar Tanah Rakyat Dirampas, Nama Dandim Abdya Disebut

NASIONALACEH.com | Aceh Barat Daya – Oknum TNI dari KODIM 0110 Aceh Barat Daya yang melakukan intimidasi dan merampas lahan warga di daerah lahan Krueng Itam Desa Lama Tuha Kecamatan Kuala Batee harus segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dalam siaran pers, Senin 11/5/2020 di Kabupaten Aceh Barat Daya ,Husnul Jamil Sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Provinsi Aceh menegaskan bahwa pemberitaan terkait adanya oknum TNI di Abdya yang telah melakukan pengancaman terhadap salah satu warga Kuala Batee benar itu adanya.

Menurut pengakuan korban, Oknum Babinsa Kodim 0110 Abdya berinisial IS yang telah melakukan intimidasi kepada masyarakat dengan menembak-nembak dan menculik warga.

Aksi ini dilakukan oleh oknum TNI Abdya tersebut untuk memuluskan pemberdayaan lahan seluas 56 hektar yang akan dijadikan sebagai lahan Kodim Abdya.

Aksi penculikan tersebut dilakukan pada 26 maret malam, oknum TNI berinisial IS tersebut menjemput korban di rumahnya, lalu di bawa ke pinggir pantai.

Menurut pengakuan korban, dia di ancam akan dibunuh dan di tanam hidup-hidup kalau masih menggarap lahan tersebut.

Tidak hanya itu, korban sempat dikejutkan dengan ledakan senjata.

Padahal tanah yang digarap oleh korban merupakan tanah yang memiliki sertifikat dan sah secara kepemilikan menurut BPN Aceh Barat Daya yang turun secara lansung pada 25 Maret lalu.

Tidak hanya itu, menurut pengakuan korban nama Dandim 0110 Abdya juga disebut oleh oknum TNI Abdya yang melarang warga untuk menggarap lahan tersebut.

Oknum tersebut mengatakan "Urusan tanah sama Dandim".

Selain itu korban juga sempat ditembak di samping kaki kirinya.

Terkait hal tersebut, Husnul Jamil meminta kepada Dandim 0110 Aceh Barat Daya dalam hal ini Letkol Czi M Ridha Has ST MT untuk menjaga perdamaian di Aceh.

Apalagi tanah yang berada di Krueng Itam Desa Lama Tuha tersebut merupakan milik eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

"Menurut saya, penculikan dan penembakan yang dilakukan oleh oknum TNI tersebut merupakan salah satu bentuk penghinaan terhadap perdamaian yang ada di Aceh" ujar Husnul Jamil.

"Dandim 0110 Abdya tidak ada hak atas tanah rakyat yang telah mempunyai sertifikat maupun surat sporadik. Saya selaku rakyat Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya mengharamkan tanah dan air tempat kelahiran saya dirampas secara keji dan kejam oleh siapa pun." tutupnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel