-->
Gelapkan Satu Unit Motor, Warga Abdya Berurusan Pihak Hukum

Gelapkan Satu Unit Motor, Warga Abdya Berurusan Pihak Hukum


NASIONALACEH.com | Blangpidie –  Jangan coba-coba menggelapkan kendaraan yang masih memiliki tanggungan kredit, bisa runyam akibatnya. Ini seperti yang dialami Hafizan, warga Gampoeng Adan, Kecamatan  Tangan-tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya  harus meringkuk di penjara selama setahun 3 bulan  akibat menggelapkan motor kredit.

Hafizan alias Kancil  divonis satu tahun tiga bulan penjara bersama rekannya Arif Gunawan warga Desa Lhok Putoy, Kecamatan Manggeng, divonis kurungan penjara selama 8 bulan, karena terbukti menggelapkan satu unit sepeda motor yang di kredit nya, sedangkan Arif Gunawan terbukti melakukan penadahan terhadap sepeda motor honda Beat tersebut.

Ketua majelis hakim Zulkarnain, SH, MH dalam sidang lanjutan Pengadilan Negeri Blangpidie mengungkapkan terdakwa terbukti bersalah dikarenakan telah melakukan tindak pidana penggelapan dan penadahan unit jaminan fidusia yang statusnya belum sepenuhnya milik terdakwa.

Menurutnya, terpidana melanggar UU Fidusia pasal 36 tentang penggelapan dan pasal 372 KUHP. Dia memiliki tanggungan kredit motor, namun berniat lari dari tanggungjawab. Bukannya diselesaikan secara baik-baik dengan perusahaan jasa keuangan terkait, namun justru pelaku digadaikan dan dipindah tangankan tanpa izin.

Representative Head PT. Federal International Finance (FIF) Blangpidie, M Reza Pahlevi  menyampaikan kejadian ini menjadi pelajaran bagi warga Abdya yang memiliki tanggungan kredit.

Dia menjelaskan Hafizan masih memiliki tanggungan kredit motor yang belum lunas, tapi nekat digadaikan. "Dia memiliki hutang kredit motor, namun saat ditagih dia malah berupaya melakukan penadahan kepada orang lain ," ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, terdakwa Hafizan telah melakukan penggelapan satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BL 4139 CN dengan nomor mesin JFZ1E2428437 yang dibeli dengan secara kredit  ke PT Federal International Finance (FIFGROUP) Blangpidie, dengan motif awal adalah melaporkan sepeda motor tersebut telah hilang ke Polsek Tangan-tangan, dan mengajukan asuransi kepada FIFGROUP Blangpidie pada bulan Agustus 2019, sehingga terdakwa mendapatkan manfaat asuransi. Ternyata setelah di lakukan penyelidikan oleh pihak Polsek Tangan-tangan, unit tersebut  sudah dijual kepada terdakwa Arif Gunawan." Paparnya.

Setelah dilakukan kroscek, atas itulah pihak Represetative Head M Reza Pahlevi melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tangan-tangan Polres Aceh Barat Daya pada tanggal 5 Januari 2020. Dengan surat tanda penerimaan laporan nomor : STPL/01/I/2020/RES ABDYA/POLSEK TANGAN-TANGAN/SPKT." Tutupnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel